Tangerang Jakarta
+628132800320

Etika saat Bekerja di Perusahaan Jepang

Kami Penyalur Tenaga Kerja ke Jepang Terpercaya dan Terdaftar

Etika saat Bekerja di Perusahaan Jepang

Kamu ingin bekerja di  perusahaan Jepang baik yang berbasis di Indonesia atau pun di Jepang? Sebelum mulai bekerja, ada beberapa etika yang harus kamu ketahui saat bekerja bersama dengan orang Jepang, lho. etika-etika ini akan membantu saat nanti Anda sudah terjun secara langsung di perusahaan.

Jam Kerja di Perusahaan

Kebanyakan perusahaan di Jepang memiliki jam kerja dari jam 9 pagi sampai 5 sore. Tapi akhir-akhir ini banyak perusahaan yang juga menggunakan sistem “waktu fleksibel”. Sistem ini adalah sistem dimana karyawan punya kebebasan tertentu untuk mengatur waktu kerjanya. Dengan sistem ini seseorang bisa mengatur waktu pulangnya sesuai kebutuhan. Namun, rasanya sedikit tidak sopan jika kita pulang lebih dulu daripada rekan-rekan atau bos kita di kantor meski pekerjaan sudah selesai. Untuk menunjukkan sikap tenggang rasa dan sopan santun, sebaiknya Anda mengucapkan お先に失礼します」 atau O-saki ni shitsureishimasu yang artinya “Maaf saya permisi dulu” untuk berpamitan. Jangan lupa mengucapkan Otsukaresama お疲れ様でした yang artinya “terima kasih untuk kerja kerasnya”.

Penyebutan Nama di Telepon

Jika berbicara di perusahaan tentu kita akan berbicara dengan bahasa formal. Tapi dalam bahasa Jepang butuh pengetahuan khusus untuk berbicara menggunakan bahasa formal di telepon. Terutama berbicara dengan orang dari luar perusahaan. Di saat seperti ini ingatlah konsep “di dalam dan di luar”. Bagian dalam adalah diri Anda sendiri dan perusahaan tempat Anda bekerja beserta seluruh karyawan. Sedangkan bagian luar adalah perusahaan lain. Jika biasanya Anda memanggil bos Anda dengan panggilan Suzuki Shachou (Presiden  Suzuki), saat berbicara dengan perusahaan lain Anda harus menyebut nama bos Anda saja tanpa diikuti gelar. Misalnya “鈴木は外出しています“yang artinya Suzuki sedang tidak ada di tempat saat ini.”

Jika kamu mengalami kesulitan mendengar nama yang dicari jangan sungkan untuk menanyakannya kembali dengan sopan. Katakan もう一度お名前をお願いします atau mou ichido onamae wo onegaishimasu yang artinya “mohon bisa diulangi namanya?”

Pesta perusahaan

Banyak perusahaan yang sering menggelar pesta untuk mengakrabkan karyawannya. Biasanya diadakan untuk karyawan baru, pesta perpisahan saat ada pergantian karyawan, dan pesta akhir tahun sebagai bentuk terima kasih kerja sama selama setahun. Di antara karyawan juga sering melakukan makan malam dan minum alcohol bersama selepas bekerja. Jika Anda tidak minum alcohol tidak apa menolak untuk minum alcohol, tentunya dengan cara yang sopan. Anda bisa mengatakan すみません、お酒を飲めないんです atau sumimasen, osake wo nomenain desu yang artinya “maaf,saya tidak bisa minum minuman beralkohol.”

Pesta selepas kerja ini adalah kesempatan yang baik untuk berkenalan dengan teman kerja dan mengenal mereka lebih dekat. Jadi, sebisa mungkin datanglah jika diundang.

Hourensho

Unsur dasar dalam komunikasi dalam perusahaan Jepang adalah Hourensho. Kata Hourensho sendiri adalah kependekan dari houkoku (melapor), renraku (kontak), dan Soudan (konsultasi). Hourensou juga seperti sebuah sindiran karena hourensou juga berarti bayam. Jika Anda malas dalam melakukan hourensou di bidang bisnis, bisa saja Anda akan mendapat masalah seperti salah mengambil keputusan. Untuk lebih jelas tentang hourensou adalah sebagai berikut:

Houkoku – Melapor        : Anda sebaiknya melaporkan kemajuan pekerjaan Anda kepada atasan secara rutin agar rekan kerja dan atasan bisa memberi tanggapan jika terjadi masalah.

Renraku – kontak            : Anda harus menghubungi para atasan dan rekan kerja terkait rencana kerja Anda dan jadwal-jadwal Anda. Anda juga harus membeitahu mereka jika Anda berhalangan hadir atau ingin langsung pulang setelah membuat janji, atau jika Anda tidak masuk kerja karena sakit.

Soudan – konsultasi        : artinya meminta petunjuk dan saran yang diperlukan. Jika Anda masih belum berpengalaman, jangan sungkan untuk bertanya apa pun hal yang Anda tidak mengerti.

Cara Memuji Seseorang di Tempat Kerja

Semua orang pasti suka dipuji. Semangat kerja akan semakin tinggi jika mendapat pujian. Selain dipuji jangan lupa untuk memuji rekan kerja jika mereka melakukan kerja yang baik. Ada beberapa ungkapan untuk memuji. Contohnya, sasuga berarti “persis seperti harapan saya.”, ii desu ne berarti “bagus sekali”, subarashii berarti hebat dan omigoto berarti “luar biasa”.

tapi sebaiknya berhati-hati saat memberikan pujian. Jangan terlalu sering mengulang-ulang pujian atau mengucapkan pujian sembarangan. Bukannya malah membuat hubungan semakin dekat, bisa-bisa pujian itu terdengar seperti sindiran bagi penerimanya. Sebagai saran, sebaiknya Anda memuji seseorang saat di depan orang lain dan saat menegur seseorang pastikan tidak ada orang lain di sekitar Anda.

Memahami Perintah Atasan

Biasanya perusahaan yang mempekerjakan warga asing memiliki program pelatihan untuk mengajari mereka tata karma terkait bisnis dan juga penggunaan bahasa. Tapi biasanya budaya “ambiguitas” dalam bahasa Jepang sering menjadi penghalang di praktik kerja. Contohnya, seorang atasan mengatakan “kirei ni shitara?” kepada seorang anak buah yang mejanya berantakan. Sebenarnya si Atasan meminta anak buahnya agar merapikan mejanya agar enak dilihat oleh para pelanggan. Tapi si anak buah tidak memahami maksud tersembunyi dari perkataan atasannya dan hanya menganggap hal itu sebagai pertanyaan tanpa menuruti perintah tersembunyi itu.

Kirei ni shitara sendiri secara harfiah berarti “ saya pikir akan lebih baik jika meja Anda dirapikan”. Namun si anak buah menganggap kata-kata atasannya sebagai saran saja. Maka ia tidak merapihkan karena merasa tidak perlu. Inilah perbedaan budaya di Jepang yang lebih sering mengungkapkan segala sesuatu dengan tidak terus terang. Jadi Anda harus memiliki kepekaan lebih tinggi dan memahami situasi untuk mengerti arti sebenarnya di balik perintah yang tidak jelas.

Ungkapan untuk Kelancaran Komunikasi

Orang Jepang sangat mengutamakan keharmonisan antara satu orang dengan orang lain, begitu pula dalam dunia bisnis. Ungkapan khas yang biasa digunakan untuk menjaga keharmonisan adalah okage sama de yang berarti “berkat Anda hal ini bisa berhasil”. Ungkapan ini bisa digunakan dalam contoh seperi : “Berkat Anda kita bisa mendapatkan kontrak itu.” Walaupun sebenarnya Anda yang melakukan sebagian besar pekerjaan, Andatetap harus menghargai rekan kerja Anda dengan menggunakan okage sama de. Ungkapan okage sama de menunjukkan penghargaan yang tinggi pada rekan kerja atas kerjasamanya.

Di sisi lain, jika Anda menggunakan ungkapan zannen nagara yang artinya “sayang sekali…,” maka Anda mengisyaratkan bahwa Anda akan melaporkan berita buruk. Kemudian saat Anda ingin mengungkapkan pendapat Anda sebaiknya tidak langsung terus terang tapi diperlembut dengan kata-kata Ossharu toori desu ga,… yang artinya “Sesuai dengan apa yang Anda katakana, tapi…,” . ungkapan ini memberi kesan seperti ‘saya memahami sepenuhnya apa yang ingin Anda katakan, tapi…,”

Jika Anda bisa menggunakan ungkapan-ungkapan tersebut dengan mudah, Anda sudah termasuk seorang pekerja Jepang.

Semoga informasi tentang etika bekerja di jepang ini bisa membantu Anda saat berada di Jepang nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Konsultasi ? Hubungi kami via Whatsapp